Kementan Genjot Penciptaan Penyuluh Swadaya

shape image

Kementan Genjot Penciptaan Penyuluh Swadaya

Penyuluh Swadaya
Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui rasio tenaga penyuluh pertanian masih belum ideal. Idealnya, satu penyuluh menangani satu desa. Saat ini satu tenaga penyuluh berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) menangani tiga hingga lima desa.
 
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengakui pihaknya telah meminta pengadaan tenaga penyuluh ASN sebanyak 6.000 orang per tahun. Sayangnya permintaan tersebut sulit terlaksana lantaran berbenturan dengan keadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Di sisi lain, Kementan juga sulit merekrut tenaga penyuluh pertanian honorer. Sebab Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah melarang pengangkatan tenaga honorer dan sejenisnya sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"(Merekrut) penyuluh ASN itu sulit. Kemudian sekarang juga sudah ada aturan tidak boleh honorer, artinya kita merekrut honorer juga sulit, tidak mungkin," ujar Dedi di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Jalan Raden Gunawan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 6 Maret 2020.
 
Oleh karenanya Dedi mendorong penciptaan tenaga penyuluh pertanian swadaya. Tugas mereka sama dengan penyuluh ASN, namun mereka berasal dari petani. Dalam hal ini Kementan mendorong petani yang punya daya inovasi tinggi dan melek teknologi menjadi tenaga penyuluh pertanian swadaya.
 
"Penyuluh swadaya kan petani juga. Petani dengan petani kan dekat, jadi kalau dia memberikan sesuatu, memberikan penyuluhan, memberikan saran kepada temannya yang juga petani akan lebih cepat dibandingkan penyuluh (ASN) kepada petani," jelas dia.
 
Menurutnya, penciptaan tenaga penyuluh pertanian swadaya tak menghabiskan banyak anggaran negara. Pasalnya penyuluh swadaya hanya akan diberikan biaya operasional ketika dia menjalankan tugasnya.
 
"Pemerintah akan memberikan sedikit insentif (kepada penyuluh swadaya), tapi sedikit hanya untuk operasional. Itu ada, tapi tidak terlalu besar," tutur Dedi.
 
Dedi juga mengapresiasi keberadaan para tenaga penyuluh pertanian swadaya saat ini. Mereka diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran berinovasi dan mengenalkan teknologi pertanian mutakhir demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pangan.
 
"Oleh karena itu penyuluh swadaya yang sudah ada sekarang menurut saya sudah luar biasa karena mereka betul-betul rajin bergerak. Meskipun tidak dikasih insentif mereka tetep bekerja untuk memberikan penyuluhan kepada teman-temannya sendiri dalam rangka meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas, dan menjaga kontinuitas," tutup Dedi.

Jika anda ingin menyumbangan pengalaman anda sebagai Penyuluh Lapangan atau Penyuluh Swadaya atau juga yang terkait di bidangnya silahkan KONTAK kami mengundang anda sebagai kontributor.
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
Blogger
Disqus

1 komentar

© 2020 Posluhdes

Resgistrasi Posluhdes

This order requires the WhatsApp application.

Order now