Dengan Web Posluhdes, PPL/Swadaya Dekatkan Informasi ke Petani

shape image

Dengan Web Posluhdes, PPL/Swadaya Dekatkan Informasi ke Petani

Web Posluhdes

"Kita mewajibkan kepada para penyuluh, baik Lapangan maupun Swadaya untuk berkontribusi secara signifikan dalam semua program strategis Kementerian/Dinas Pertanian. Mereka bertugas membantu dan mendampingi petani dan kelompok tani, juga memberikan inovasi teknologi yang kita miliki sekarang untuk meningkatkan luas tanam. Karena tanpa luas tanam tidak ada luas panen. Tidak ada luas panen yang pasti tidak ada produksi," tutur Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Lely Nuryati pada pembukaan Workshop Sistem Pengendalian Intern (SPI) Program Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian di Cianjur, Kamis (19/9/2019).

Terkait teknologi di desa, Lely mengaku Pusat Penyuluhan Pertanian berupaya untuk terus meningkatkan kerjasama dengan kementerian terkait. Pertama dengan Kementerian Desa, di sana ada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) setiap tahun para penyuluh, petani dan juga masyarakat di desa merencanakan kegiatan apa yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. Dengan cara seperti itu, kebutuhan yang ada di desa termasuk prasarana dan infrastruktur itu harus ditingkatkan.

"Untuk 4.0 tentunya Oleh Pak Inspektur Jenderal sudah disinggung mengenai Internet of Things (IOT). Tentunya di beberapa wilayah masih blindspot. Nah ini yang kita sekarang sedang identifikasi dengan Kementerian Kominfo wilayah yang blindspot kemudian nanti akan diberi layanan," ungkapnya.

Selain dari sisi peningkatan dan penguatan kelembagaan petani, pusat penyuluhan pertanian juga meningkatkan beberapa layanan yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan juga pengembangan Posluhdes. 

Dirinya berharap kedepannya di BPP itu menjadi center of excellence semua aktivitas dari hulu sampai hilir di situ dilakukan oleh semua petani dan semua stakeholder terkait.

"Jadi tidak hanya kita berinovasi untuk meningkatkan produksi tetapi juga mendekatkan petani dengan pasar. Sehingga nanti tidak ada lagi pada saat panen melimpah harga jatuh. Kemudian juga kita memudahkan kepada petani untuk bisa mengekspor yaitu meningkatkan kualitas dan juga menjaga kesinambungan produksi melalui kemitraan-kemitraan," terangnya.

Selain itu, juga dikembangkan kelompok ataupun kelembagaan ekonomi petani bisa bermitra dalam bentuk kawasan juga bisa bermitra dengan perusahaan-perusahaan.


Penyuluhan Melalui IT - Photo Ibu Ninin Setianingsih (PPL) Kecamatan Kuningan, Kab. Kuningan Jabar.

Pelatihan maupun penyuluhan bisa lakukan berbasis IT. Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian) memiliki cyber extension yang di dalamnya sedang kembangkan forum interaktif. Forum tersebut akan kembangkan adanya para ahli yang akan membantu menjawab berbahai pertanyaan yang dibutuhkan oleh petani. Sehingga tidak hanya satu arah memberikan materi tetapi juga petani bisa berkomunikasi.

"Kalau dengan jaringan internet menjadi lebih cepat. Materi-materi kita buat dengan infografis kemudian video singkat yang mudah dimengerti oleh petani. Jadi kita mendekatkan teknologi pada petani," katanya. 


Menyampaikan Materi Penyluhan melalui Web/Blog.

Dari hasil pembicaraan bersama Pengembang dan perintis Web Posluhdes (www.posluhdes.my.id), Bapak Saipul berkata, "Memiliki materi yang tersedia melalui cyber extension sangat baik, namun materi yang terkandung pada umumnya adalah materi dasar sehingga tidak ada perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dan telah kita bersama-sama sadari dan telah kita ketahui bahwa MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) sesebuah wilayah, kontur tanah, serta iklim di hampir semua wilayah Indonesia berbeda-beda sehingga materi lebih substansial perlu di informasikan sesuai hasil dari pengalaman lapangan para penyuluh wilayah setempat".

"Oleh demikian materi yang terdapat di cyber extension juga perlu di pecahkan ulang dan disesuaikan dengan wilayah masing-masing oleh penyuluh itu sendiri agar informasi yang di sampaikan kepada petani benar-benar akurat dan sesuai dengan MDPL, Kontur dan iklim wilayah tersebut.

Oleh itu para penyuluh harus dibekali dengan satu metode tambahan yaitu menyuluh melui situs atau blog dimana saat ini sangat mudah di akses oleh berbagai kalangan termasuk petani".

Web posluhdes yang baru-baru ini dikembangkan oleh Bapak Saipul cukup membantu dalam hal penyuluhan. sebuah informasi mampu disampaikan dalam bentuk tulisan sehingga artikel-artikel tersebut bisa di bagikan di halaman-halaman dan situs media sosial sehingga informasi yang tepat mampu menuju sasaran yaitu petani bagi wilayahnya masing-masing.

Bukan saja informasi penyuluhan, namun keberadaan Web Poluhdes bagi masing-masing POSLUHDES di setiap desa mampu mengangkat produk lokal, membuat penawaran keppada publik dan konsumen hingga perpotensi dapat berhubungan lansung kepada exportir hingga konsumen luar negeri secara lansung tanpa perantara.

Berpengalaman dengan dengan Situs Posluhdes Desa Karangtawang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, melalui Penyuluh Swadayanya Bapak Budiawansah yang berusaha memperkenalkan percobaannya dalam membudidayakan beras hitam.

Melalui situs Posluhdesnya, beliu mendapat lirikan udari luar negeri mengenai Beras Hitam. Sebagian besar Beras Hitam yang diperlukan bagi konsumen luar negeri adalah jenis organik.


Bapak Budiawansah - Petani dan Penyuluh Swadaya Posluhdes Desa Karangtawang

Namun Bapak Budiawansyah dengan berat hati menolak karena kemampuan produksi yang kecil dan lahan yang seadanya, beliau hanya menanam hanya sebagai demplot percobaan experimen peribadi yang dibagikan melalui Web Posluhdes Desa Karangtawang.

"Saya tidak menyangka, cuma iseng-iseng menulis tentang beras hitam, lalu saya di hubungi oleh orang dari Malaysia untuk meminta suplai beras hitam dan yang beratnya minta organik. Ya saya terpaksa menolak kalau organik karena saya masih experimen dengan lahan terbatas, namun masih di tawarkan agar mampu men-spulai non-organik. Saat ini masih dalam tahap diskusi dan dialog bersama pengusaha negara jiran tersebut. Jika memungkinkan, saya akan lanjutkan. jika tidak mampu, ya saya tolak". Katanya ketika di wawancarai oleh koresponden Web Posluhdes beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil selidik Web Posluhdes, Bapak Budiwawansa sempat selentingan berkata juga ada investor eropa membuat penawaran, namun beliau meminta agar tidak dibahas karena masih tahap penjajakan dimana belum tentu tembus karena tersandung luas lahan dan kuantitas produksi.

Nah dari kasus dan pengalaman Bapak Budiawansah tersebut dapat kita ambil sebuah kesimpulan, ketika Web Posluhdes yang mewakili masing-masing desa secara inisiatif menuliskan kegiatan dan hasil produksinya, akan ada pihak-pihak yang melirik dan membuat penawaran sehingga potensi sebuah polsuhdes yang mewakili desanya masing-masing mampu mendobrak pasar lokal dan internasional secara tidak lansung.

Jambore Pos Penyuluh Desa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/9/2019)
Tiga Penyuluh Swadaya melalui POSLUHDES terbaik Se-Jawa barat 2019

Bapak Budiawansah juga salah stau dari tiga Posluhdes Terbaik Se-Jawa Barat pada acara kegiatan Jambore Pos Penyuluh Desa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/9/2019). Kegiatan tersebut sebagai ajang interaksi dan kolaborasi antar-penyuluh.

Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
Blogger
Disqus

1 komentar

Mantap... lanjutkan Pak Budiawansyah

Balas

© 2020 Posluhdes

Resgistrasi Posluhdes

This order requires the WhatsApp application.

Order now